• MTS NEGERI 23 JAKARTA
  • DUA TIGA

Sekilas Riwayat Al Habib Ahmad Bin Alwi Al Haddad (Habib Kuncung)

Al Habib Ahmad Bin Alwi Al Haddad adalah seorang WaliAllah yang memiliki khoriqul a’dah yaitu diluar kebiasaan manusia umumnya atau disebut dalam bahasa kewalian “Majdub” atau disebut dengan ahli Darkah maksudnya disaat orang dalam kesulitan dan sangat memerlukan bantuan maka beliau muncul dengan tiba-tiba. Habib Kuncung lahir di Gurfha, Hadramaut, Tarim pada tanggal 26 syaban 1254 H dan beliau belajar kepada ayahanda beliau sendiri Al habib Alwi Al Haddad dan belajar pula kepada Al habib Ali Bin Husein Al Hadad, Hadramaut, Al Habib Abdurrahman Bin Abdullah Al Habsyi dan kepada Habib keramat Empang Bogor, Al Habib Abdullah Bin Mukhsin Al Attas. Karena sering memakai kopyah atau topi yang menjulang keatas (kuncung; bahasa Jawa) maka beliau digelari Habib Kuncung.

Dikala beliau dewasa beliau didatangi oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam yang akhirnya beliau ziarah ke Madinah, selanjutnya dalam bisyarah beliau disuruh ke Pulau Jawa oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam. Habib ( Kuncung ) Ahmad bin Alwi Al-Haddad termasuk keluarga Nabi saw, keturunan ke 40. secara garis besar kehidupan Habib Kuncung sangat misterius. Tak ada yang mengetahui kapan beliau lahir. Habib Kuncung hanya diketahui lahir di Hadramaut, sebuah daerah di Yaman.

Habib Kuncung selalu hidup berpindah-pindah. Tak ada yang dapat memastikan Habib Kuncung menetap disatu tempat tertentu. Beliau hadir dan pergi sesukanya. Hanya, beliau memiliki tempat singgah di Kampung Melayu, yakni rumah seorang pegawai gubernuran Batavia yang menjadi temannya.

Habib Kuncung sering muncul di Majelis ulama kalangan Habaib di Jakarta yang dipusatkan di Kediaman Habib Ali Al-Habsyi Kwitang. Namun beliau dikenal masyarakat Bogor, karena banyak menghabiskan waktu disana. Sebutan “kuncung” yang menjadi gelarnya juga berasal dari Bogor. Masyarakat disana menyebutnya seperti itu karena beliau selalu mengenakan topi kuncung. Hidupnya yang bergaya pengembara membuat tak banyak orang mengetahui sejarahnya secara persis. Beliau hadir dan dikenal masyarakat sebagai seorang ulama yang misterius tapi berilmu tinggi. Banyak orang yang apabila mengalami masalah berat menghadap kepadanya dan meminta nasihat maupun fatwa, jika kebetulan dapat bertemu, Habib Kuncung pasti memberikan nasihat yang merujuk pada Al-Qur’an dan Hadits.

Beliau menunjuki pokok-pokok penyelesaian beserta literaturnya dan kemudian menyuruh si peminta fatwa mengecek serta mengkajinya sendiri. Jika para ulama berkumpul dan membaca sebuah kitab, selalu Habib Kuncung yang membaca kitab itu, karena suaranya yang bagus serta penguasaan bahasa arabnya yang tinggi. Belakangan, Tapi ini diyakini merupakan hal yang disengaja karena beliau tak ingin dilebih-lebihkan orang. Saat itu beliau memang sudah mulai menunjukkan beberapa “kelebihannya”. Pernah satu ketika para ulama berkumpul di Kwitang. Mereka ingin melakukan perjalanan ke Cirebon memenuhi sebuah undangan. Saat itu Habib Kuncung agak terlupakan hingga tidak ikut rombongan ke stasiun. Para ulama berangkat pada pukul 7.30 pagi. Sesampainya di stasiun Cirebon, ternyata para ulama menemukan Habib Kuncung sudah disana. Ketika ditanya, beliau mengaku sudah berada di stasiun itu sejak pukul 7.30. rupanya ketika rombongan ulama berangkat ke stasiun, naik kereta menuju Cirebon, Habib Kuncung juga berangkat ke Cirebon tapi dengan caranya sendiri.

Kramat Habib Ahmad Bin Alwi Al Haddad (Habib Kuncung)

Pernah pula suatu ketika Habib Kuncung membakar sampah dalam lubang besar, disekitar lubang itu terdapat pohon pisang. Rupanya pohon pisang itu sengaja ditanam orang. Terang saja, melihat lubang sampah itu dibakar, pemilik pohon pisang marah besar kepada Habib Kuncung. Habib Kuncung hanya diam hingga api itu padam. Ternyata pohon pisang itu tak ada yang mati, bahkan kemudian malah lebih bagus tumbuhnya. Karomahnya yang lain; setipa kali Habib Kuncung memakai jasa tukang delman, delman itu pasti pulang lebih awal karena setoran menjadi mudah tercukupi. Kusirnya juga akan pulang dengan uang yang lebih dari biasanya. Makanya banyak sekali tukang delman yang mengharap-harap agar delmannya dinaiki Habib Kuncung.

Sekalipun bersikap aneh dan selalu muncul – menghilang, orang-orang mengenang Habib Kuncung sebagai pribadi terhormat yang saleh. Hal-hal yang dilakukannya merupakan satu bentuk ketawadukan. Beliau tak ingin orang memuja-muja dirinya dan punya pikiran macam-macam. Beliau ingin dikenal sebagai orang biasa saja. Begitu tawaduknya Habib Kuncung, beliau tak pernah mau menerima hadiah, baik uang maupun pakaian. Beliau hanya ingin dapat tampil seperti biasa, apa adanya. Sekalipun begitu tak ada orang yang meragukan kapasitas Habib Kuncung sebagai Waliyullah.

Makanya setelah wafat beliau mendapat kehormatan sedemikian rupa. Sekarang masih banyak orang menziarahi makam Kramat Wali Allah Al Habib Ahmad Bin Alwi Al Haddad Habib Kuncung, di Rawajati Timur II, Jakarta selatan. Orang dapat merenungkan kembali mengenai hidup yang harus dijalani dengan tawaduk dan keshalehan yang utuh. akhirnya pada tahun 1345 H tanggal 29 Syaban sekitar tahun 1926 M pada usia 93 tahun beliau, Al Habib Ahmad Bin Alwi Al Haddad, kembali ke rahmatullah dan di makamkan di pemakaman keluarga Al Haddad di Rawajati Timur II, Jakarta Selatan dan setiap hari Minggu ketiga bulan Rabiul Awal diadakan peringatan Maulid Nabi di pemakaman beliau bada Ashar.

emoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala merahmati kita semua dan membimbing kita untuk semakin dekat dan mencitai para Wali Allah. Aamin..

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
PENTINGNYA KEJUJURAN DALAM KEHIDUPAN

ASSALAMU’ALAIKUM  WARAHMATULLAHI  WABARAKATUH Segala puji syukur mari sama-sama kita panjatkan kehadhirat  ALLAH  SWT yang telah memberikan kesehatan dan keku

05/03/2024 12:21 - Oleh chotaman - Dilihat 1 kali
Keutamaan Bulan Ramadhan

Ramadhan adalah bulan yang mulia dan penuh berkah, dengan Ramadhan kita dapat berlomba-lomba untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Ibarat lahan yang subur akan senantiasa t

04/03/2024 08:36 - Oleh chotaman - Dilihat 2 kali
Sejarah Banjir Jakarta dari Zaman Tarumanegara hingga Hindia Belanda

Jakarta identik dengan istilah kota langganan banjir. Tiap kali hujan deras, beberapa daerah di Jakarta hampir selalu tergenang banjir. Salah satu penyebab utamanya adalah karena perila

19/01/2024 10:56 - Oleh chotaman - Dilihat 190 kali
Kisah Mukjizat Nabi Muhammad: Memancarkan Air di Sela-sela Jari

Humas mtsn 23 - Mukjizat dikaruniai oleh Allah SWT kepada para nabi dengan tujuan membantu utusanNya menjalankan tugas kenabian mereka. Termasuk Nabi Muhammad SAW yang disebut dikarunia

08/01/2024 10:56 - Oleh chotaman - Dilihat 335 kali
Kisah Nabi Muhammad Membelah Bulan

Kisah Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم membelah bulan benar-benar menakjubkan hingga membuat Raja penyembah berhala dari Syam, Habib bin Malik bersyahadat dan sujud syuku

05/01/2024 14:08 - Oleh chotaman - Dilihat 1500 kali
Sejarah Pembentukan Kementerian Agama

Usulan pembentukan Kementerian Agama pertama kali disampaikan oleh Mr. Muhammad Yamin dalam Rapat Besar (Sidang) Badan Penyelidik Usaha – Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BP

02/01/2024 12:06 - Oleh chotaman - Dilihat 220 kali
Biografi Singkat Guru Sekumpul, Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Martapura

Guru Sekumpul atau Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari, lahir di Desa Tunggul Irang, Kota Martapura pada 11 Februari 1942. Ulama besar asal Kalimantan Selatan ini meninggal

18/12/2023 10:00 - Oleh chotaman - Dilihat 4550 kali
KH. Muhammad Dimyathi al-Bantani (Abuya Dimyathi)

KELAHIRANKH. Muhammad Dimyathi atau yang kerap disapa dengan panggilan Abuya Dimyathi atau Mbah Dim lahir lahir sekitar pada tahun 1925 di Banten. Beliau merupakan putra dari pasangan H

18/12/2023 09:21 - Oleh chotaman - Dilihat 594 kali
Disunnahkan Puasa, Ini Alasan di Balik Penamaan Ayyamul Bidh

Umat Islam dianjurkan melaksanakan puasa sunnah pada setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan-bulan Hijriah. Hari-hari ini disebut dengan ayyamul bidh.Dalam hadits tersebut, disebut siapa ya

13/12/2023 09:13 - Oleh chotaman - Dilihat 202 kali
Ini Dia, Para Ulama Penyebar Islam di Jawa Sebelum Wali Songo

Islam mulai menguat di Jawa sejak sekitar abad ke-15. Ajarannya yang mampu beradaptasi dengan kultur dan budaya penduduk lokal sedikit demi sedikit menggerus keberadaan dua agama besar

12/12/2023 12:57 - Oleh chotaman - Dilihat 1765 kali