• MTS NEGERI 23 JAKARTA
  • DUA TIGA

Biografi Abbas Ibn Firnas, Penemu Mesin Penerbangan Pertama, 1.000 Tahun Sebelum Wright Bersaudara

Abbas bin Firnas atau Abbas Ibn Firnas adalah penemu mesin penerbangan pertama, seribu tahun sebelum pesawat bermotor ditemukan. Wright Bersaudara memang merupakan penemu pesawat pertama, tetapi Abbas Ibn Firnas yang hidup pada abad ke-8 disebut sebagai manusia pertama yang terbang dengan bantuan kerangka bambu, sepasang sayap dari sutra, kayu, dan bulu asli. Abbas bin Firnas adalah penerbang pertama yang terbang dengan mesin lebih berat, karena eksperimen terbang pertama dilakukan oleh dua filsuf China yaitu Mozi dan Lu Ban pada abad ke-5 tetapi dengan benda. Mereka disebut sebagai penemu layang-layang. Baca juga: Ismail Al-Jazari, Penemu Robot yang Juga Ciptakan Sistem Toilet Flush Menurut para sejarawan yang dikutip TRT World, ketika Abbas Ibn Firnas berusia antara 65-70 tahun, dia melompat dari tebing gunung Jabal Al-Arus di Yaman.

Abbas Ibn Firnas meluncur ke angkasa dan terbang selama setidaknya 10 menit, kemudian jatuh lalu terluka. Ia kemudian menyadari kesalahannya yaitu tidak menghitung mekanisme pendaratan, sehingga tak bisa menyeimbangkan penerbangannya dan mendarat secara paksa. Selama 12 tahun selanjutnya di sisa hidupnya,

Abbas Ibn Firnas menemukan bahwa pendaratan dilakukan dengan koordinasi ekor dan sayap. Ia pun mempelajari cara burung terbang dan mendarat. Abbas Ibn Firnas mengeklaim sebagai dalang teori penciptaan ornithopter, pesawat yang meniru burung dan terbang dengan mengepakkan sayap. Desain mesin terbangnya kemudian menjadi dasar teknik penerbangan pada akhir abad ke-20. Baca juga: Mengenal Saud bin Ibrahim Al-Shuraim, Imam Masjidil Haram di Mekah Abu Rayhan Al-Biruni, Ilmuwan Muslim Dunia, Perumus Teori Rotasi Bumi Lailatul Qadar dan Sejarah Awal Turunnya Ayat Al Quran Biografi Abbas bin Firnas atau Abbas Ibn Firnas 

Andalusia adalah pusat pembelajaran bagi para insinyur, arsitek, dan ilmuwan. Cordova (atau Cordoba) serta Baghdad adalah pusat budaya kembar seni dan sains Islam. Ia menghabiskan sebagian besar masa dewasanya di Emirat Cordoba, salah satu pusat pembelajaran utama di era Kekhalifahan Umayyah. Abbas Ibn Firnas merupakan keturunan Berber. Akar namanya adalah Afernas yang sekarang menjadi nama umum dan tersebar luas di Maroko dan Aljazair. Ia meninggal antara tahun 890-895 Masehi.

Sejarawan mengatakan, cedera Abbas Ibn Firnas saat mencoba terbang mungkin turut menjadi penyebab kematiannya. Beberapa catatan sejarah menunjukkan Abbas Ibn Firnas dipengaruhi oleh Armen Firman, yang bukan ilmuwan atau polymath tetapi pengamat alam yang cerdik. Firman-lah yang pertama membuat sayap dari papan kayu dibungkus sutra dan bulu burung. Pada awal 850-an, Firman naik ke puncak menara masjid tertinggi di Qurtuba dan melompat dengan sayap. Meskipun usahanya gagal dan dia jatuh ke darat, mesin terbang itu mengembang tepat pada waktunya dan memperlambat penurunannya.

Dia cukup beruntung tidak patah tulang dan penundaan pendaratannya terbukti bisa menyelamatkan nyawa. Abbas Ibn Firnas menyaksikan eksperimen Firman dengan berdiri di antara kerumunan orang banyak yang memandangi langit dengan takjub. Baca juga: Al Battani, Astronom Muslim Penemu Jumlah Hari dalam Setahun 4 Penemu yang Menyesali Temuannya, dari AK-47 sampai Bom Atom Biografi Edmund Cartwright, Penemu Alat Tenun Terkesan dengan hasil Firman, Abbas Ibn Firnas menyadari bahwa untuk bisa terbang perlu penyelidikan lebih lanjut. Itulah awal mula kisah Abbas Ibn Firnas penemu mesin penerbangan. Beberapa abad kemudian, seorang warga Turki Ottoman bernama Ahmed Celebi berhasil terbang dan mendarat di Bosphorus pada 1630.

Temuan Abbas Ibn Firnas lainnya Ketertarikan Abbas Ibn Firnas dalam sains dan teknologi membuatnya menemukan jam bertenaga air. Dia juga bereksperimen dengan pasir dan kristal kuarsa untuk memahami sifatnya. Sejarawan memuji dia karena berhasil membuat kaca transparan dari bahan tersebut. Abbas Ibn Firnas turut diduga merupakan pelopor di balik kacamata Andalusia yang terkenal, yang masih diminati dan digunakan hingga saat ini. Para tunanetra juga mendapat manfaat darinya, karena ia termasuk pembuat lensa untuk membantu membaca.


Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
PENTINGNYA KEJUJURAN DALAM KEHIDUPAN

ASSALAMU’ALAIKUM  WARAHMATULLAHI  WABARAKATUH Segala puji syukur mari sama-sama kita panjatkan kehadhirat  ALLAH  SWT yang telah memberikan kesehatan dan keku

05/03/2024 12:21 - Oleh chotaman - Dilihat 1 kali
Keutamaan Bulan Ramadhan

Ramadhan adalah bulan yang mulia dan penuh berkah, dengan Ramadhan kita dapat berlomba-lomba untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Ibarat lahan yang subur akan senantiasa t

04/03/2024 08:36 - Oleh chotaman - Dilihat 2 kali
Sejarah Banjir Jakarta dari Zaman Tarumanegara hingga Hindia Belanda

Jakarta identik dengan istilah kota langganan banjir. Tiap kali hujan deras, beberapa daerah di Jakarta hampir selalu tergenang banjir. Salah satu penyebab utamanya adalah karena perila

19/01/2024 10:56 - Oleh chotaman - Dilihat 187 kali
Kisah Mukjizat Nabi Muhammad: Memancarkan Air di Sela-sela Jari

Humas mtsn 23 - Mukjizat dikaruniai oleh Allah SWT kepada para nabi dengan tujuan membantu utusanNya menjalankan tugas kenabian mereka. Termasuk Nabi Muhammad SAW yang disebut dikarunia

08/01/2024 10:56 - Oleh chotaman - Dilihat 334 kali
Kisah Nabi Muhammad Membelah Bulan

Kisah Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم membelah bulan benar-benar menakjubkan hingga membuat Raja penyembah berhala dari Syam, Habib bin Malik bersyahadat dan sujud syuku

05/01/2024 14:08 - Oleh chotaman - Dilihat 1493 kali
Sejarah Pembentukan Kementerian Agama

Usulan pembentukan Kementerian Agama pertama kali disampaikan oleh Mr. Muhammad Yamin dalam Rapat Besar (Sidang) Badan Penyelidik Usaha – Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BP

02/01/2024 12:06 - Oleh chotaman - Dilihat 218 kali
Biografi Singkat Guru Sekumpul, Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Martapura

Guru Sekumpul atau Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari, lahir di Desa Tunggul Irang, Kota Martapura pada 11 Februari 1942. Ulama besar asal Kalimantan Selatan ini meninggal

18/12/2023 10:00 - Oleh chotaman - Dilihat 4539 kali
KH. Muhammad Dimyathi al-Bantani (Abuya Dimyathi)

KELAHIRANKH. Muhammad Dimyathi atau yang kerap disapa dengan panggilan Abuya Dimyathi atau Mbah Dim lahir lahir sekitar pada tahun 1925 di Banten. Beliau merupakan putra dari pasangan H

18/12/2023 09:21 - Oleh chotaman - Dilihat 593 kali
Disunnahkan Puasa, Ini Alasan di Balik Penamaan Ayyamul Bidh

Umat Islam dianjurkan melaksanakan puasa sunnah pada setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan-bulan Hijriah. Hari-hari ini disebut dengan ayyamul bidh.Dalam hadits tersebut, disebut siapa ya

13/12/2023 09:13 - Oleh chotaman - Dilihat 202 kali
Ini Dia, Para Ulama Penyebar Islam di Jawa Sebelum Wali Songo

Islam mulai menguat di Jawa sejak sekitar abad ke-15. Ajarannya yang mampu beradaptasi dengan kultur dan budaya penduduk lokal sedikit demi sedikit menggerus keberadaan dua agama besar

12/12/2023 12:57 - Oleh chotaman - Dilihat 1763 kali