• MTS NEGERI 23 JAKARTA
  • DUA TIGA

Makna Identitas Masyarakat Islam

Identitas masyarakat Islam adalah masyarakat yang dapat menyeimbangkan antara kehidupan materiil dan spiritual. Hanya saja, identitas masyarakat Islam menekankan pada kehidupan berbudaya: mampu membudayakan diri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negaranya kepada budaya yang sesuai kemanusiaan secara rasional.

Identitas menjadi perlu, seperti kartu tanda penduduk (KTP) yang di dalamnya mengandung unsur nama, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, alamat rumah, agama, status, dan profesi. Identitas ini berguna karena setiap kita mengurus sesuatu maka identitas tersebut sebagai syarat.

Kehilangan identitas, dalam arti makna, menjadikan seseorang tiada pandangan hidup, mengikuti saja arus di masyarakat. Seseorang yang kehilangan nama, laksana tumbuhan air yang tidak mendapatkan tempat kokoh untuk berpijak dan tentu tidak akan bisa berbuah.

 
Maka umat yang kehilangan kemuliaannya telah kehilangan identitas dirinya. Saat itu, ia hidup dengan mengikuti pandangan yang ada dan sekadar hidup tanpa makna.
 

Maka umat yang kehilangan kemuliaannya telah kehilangan identitas dirinya. Saat itu, ia hidup dengan mengikuti pandangan yang ada dan sekadar hidup tanpa makna. Aktivitas kehidupan yang hanya berupa makan dan minum, tiada kesadaran akan makna dan tujuan hidup.

Telah lama kita menjadi kaum terbelakang. Terlelap dalam tidur yang demikian panjang. Tidur dengan berselimutkan kelam, hingga kita lupa bahwa pagi akan segera menjelang. Terlalu lamanya tidur, hampir tidak bisa bangkit.

Oleh karena itu, kita tidak ada alasan apa pun untuk tetap terbelenggu dalam ketertinggalan dan keterbelakangan, sementara dunia di sekitar kita terus bergerak maju.

Umat Islam Indonesia memiliki prinsip dan dorongan agama, akhlak, dan ilmu pengetahuan yang mengharuskan kita untuk maju dan tidak tinggal diam. Ingatlah kita juga memiliki sumber daya alam, sumber daya manusia yang memungkinkan untuk maju bersama negara-negara yang maju.

Allah SWT menyifati umat ini sebagai umat yang baik serta menerangkan kebaikannya bahwa kita disuruh kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran dan beriman kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam surah Ali-Imran ayat 110, “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah SWT.”

Sebagaimana umat terbaik yang menyuruh kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran, tapi kenyataan saat ini ada sebagian umat yang bersikap sebaliknya. Perasaan dan pertimbangannya sudah hilang, sehingga mereka melihat kebaikan sebagai sesuatu yang mungkar dan melihat kemungkaran sebagai sesuatu yang baik.

Hal ini akan melahirkan perselisihan dan adu domba di antara umat. Padahal Allah SWT menyifati kita sebagai umat yang adil dan pilihan.

Ingatlah firman-Nya dalam surah al-Baqarah ayat 143, “Dan demikian (pula) kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan.”

 
Kita telah meninggalkan kedudukan sebagai umat yang adil dan pilihan guna mengikuti kecenderungan angin yang berembus ke kanan dan ke kiri.
 

Kita telah meninggalkan kedudukan sebagai umat yang adil dan pilihan guna mengikuti kecenderungan angin yang berembus ke kanan dan ke kiri. Inilah yang disebut kehilangan identitas, sehingga pandangan-pandangannya bukan berasal dari keyakinan atau keimanan.

Mereka telah meninggalkan jalan yang lurus, jalannya orang-orang yang telah dianugerahi nikmat Allah SWT. Mari kita simak firman Allah SWT yang memperingatkan kita agar tidak lupa (berpaling) dari-Nya.

Surah al-Anbiya’ ayat 92 yang artinya, “Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.”

Saat ini kita bukan umat yang bersatu seperti dalam ayat tersebut. Namun menjadi umat yang terpecah-pecah sebagaimana yang diinginkan pihak-pihak yang kurang suka atas bersatunya umat.

Maka identitas sebagai masyarakat Islam yang menyeimbangkan antara kehidupan materiil dan kehidupan spiritual hendaknya tampil dan berkontribusi dalam memajukan kehidupan masyarakat.

Dalam kehidupan bernegara, identitas pilar-pilar demokrasi hendaknya jelas dan menjadi nyata di antara para partai politik. Antara satu partai dengan lainnya ada yang berbeda, ada yang beririsan, ada yang hampir sama.

Namun, semua itu hendaknya menjadi fakta dengan berbeda, tapi tetap rukun menjalin kebersamaan dalam mengurus negeri. Perbedaan tidak perlu dibenturkan dan dalam ajaran Islam perbedaan itu hendaknya diselesaikan dengan musyawarah. Pendekatan musyawarah saat ini menjadi miskin sebagai solusi, padahal sila keempat Pancasila mengamanatkan itu.

Tahun ini sudah masuk agenda pesta demokrasi, setiap peserta pemilu hendaknya mengedepankan akhlak kesantunan, sehingga proses kontestasi ini berjalan saling menghormati dan tidak menghasilkan keterbelahan masyarakat.

Semoga Allah SWT memberikan hidayah pada kita semua.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
PENGUMUMAN KELULUSAN TAHUN 2023/2024

Kepada seluruh peserta didik kelas IX tahun 2023/2024 disilahkan di cek informasi kelulusannya di https://skl2020.mtsn23jkt.sch.id dimulai tanggal 10 Juni 2024 jam 08.00 sd 11

09/06/2024 14:29 - Oleh chotaman - Dilihat 370 kali
Sumayyah binti Khabath, Syahidah Pertama Islam

Saat memeluk Islam, tiada yang lebih tinggi cita-citanya selain diwafatkan di jalan Allah SWT. Balasan orang yang syahid saat membela agama Allah begitu tinggi. Salah satunya masuk surg

04/06/2024 08:20 - Oleh chotaman - Dilihat 58 kali
Jejak Makam Abu Lahab, Simbol Sejarah Kelam Masa Awal Islam

Di antara hamparan bukit tandus di Jiyad,  Mekkah, terdapat sebuah makam yang dikenal sebagai Makam Abu Lahab. Sosok Abu Lahab, paman Nabi Muhammad SAW, dikena

04/06/2024 08:01 - Oleh chotaman - Dilihat 49 kali
Jabal Rahmah, tanda Cinta dan Kasih Sayang Allah SWT.

Cinta dan kasih sayang selalu menjadi misteri bagi manusia. Suatu ketika begitu menggairahkan dan penuh gelora, namun tak jarang menimbulkan tragedi dan nestapa. Sejarah dipenuhi dengan

03/06/2024 11:11 - Oleh chotaman - Dilihat 59 kali
Hukum Mengadakan Walimatus Safar bagi Jemaah Haji dan Umrah

Salah satu tradisi di kalangan umat Muslim Indonesia adalah mengadakan walimatus safar haji dan umrah. Walimah berarti “pesta” dan safar artinya “perjalanan”. Ja

31/05/2024 11:00 - Oleh chotaman - Dilihat 86 kali
Impressive Ekskul Robotic, Inilah 5 Manfaat Yang Anda Perlu Ketahui!

Ekskul robotic merupakan tempat dan kegiatan bagi siswa yang sangat dinanti. Siswa belajar banyak dari kegiatan ini. Dari membuat organisasi hingga membimbing bakat mereka yang mungkin

30/05/2024 07:01 - Oleh chotaman - Dilihat 79 kali
Sejarah Gelar Haji Di Indonesia

 Setiap umat Muslim di Indonesia yang sudah selesai ibadah haji di Mekah, akan mendapat gelar “Haji” atau “Hajjah”  di depan nama mere

29/05/2024 14:36 - Oleh chotaman - Dilihat 97 kali
7 Peristiwa Penting di Bulan Dzulqa'dah, Termasuk Haji Wada

Jakarta - Bulan Dzulqa'dah merupakan bulan ke-11 dalam kalender Hijriah. Dzulqa'dah juga termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah SWT (asyharul hurum). Di bulan ini ba

29/05/2024 08:06 - Oleh chotaman - Dilihat 112 kali
Membangun Kedekatan dan Hubungan Baik antara Guru, Siswa, dan Orang Tua

Hubungan yang harmonis antara guru, orang tua, dan siswa akan membuat kegiatan pembelajaran berjalan dengan lancar. Relasi orangtua dan guru dapat berpengaruh

28/05/2024 07:42 - Oleh chotaman - Dilihat 88 kali
Sejarah Singkat Imam Bukhari

Kelahiran dan Masa Kecil Imam Bukhari   Imam Bukhari (semoga Allah merahmatinya) lahir di Bukhara, Uzbekistan, Asia Tengah. Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismai

27/05/2024 11:29 - Oleh chotaman - Dilihat 110 kali