• MTS NEGERI 23 JAKARTA
  • DUA TIGA

Lasem: Kota Bandar di Era Perdagangan Rempah-Rempah dan Perkembangannya

Di wilayah Kabupaten Rembang terdapat daerah bernama Lasem. Sejak dahulu, Lasem adalah salah satu kota bandar yang penting di pesisir utara Jawa. Tempat ini menjadi pusat perdagangan rempah-rempah.
Lasem memiliki peran penting bagi perdagangan sejak zaman Kerajaan Majapahit, Kerajaan Demak, dan seterusnya. Lasem sendiri terletak di sisi timur wilayah Kabupaten Rembang. Jaraknya kurang lebih 12 kilometer dari pusat Kabupaten Rembang.

Mari simak informasi lengkap mengenai sejarah Lasem sebagai kota bandar yang detikJateng rangkum dari buku Lasem dalam Rona Sejarah Nusantara dan laman resmi Jalur Rempah Kemdikbud.

Sejarah Awal Lasem
Lasem memiliki catatan sejarah yang dapat ditelusuri hingga abad ke-14 M. Pada masa ini, Pelabuhan Regol dan Pelabuhan Kaeringan di Lasem menjadi pelabuhan-pelabuhan utama Kerajaan Majapahit.

Keberadaan Lasem sangat strategis karena posisinya yang berada di pesisir utara Jawa dan dekat dengan Laut Jawa. Posisi ini membuatnya menjadi titik penting dalam jalur perdagangan dan pelayaran internasional.

Sejak awal, Lasem dikenal sebagai pusat perdagangan internasional. Perdagangan rempah-rempah, sutra, emas, besi, dan barang komoditas lainnya membuat ekonomi Lasem berkembang pesat.

Lasem memiliki dua pelabuhan utama, yaitu Regol dan Kaeringan. Keduanya menjadi pusat aktivitas perdagangan dan tempat berlabuh kapal-kapal dari berbagai bangsa.

Baca juga:
Puasa Mutih, Tradisi Menahan Nafsu yang Dilakukan Calon Pengantin di Tegal
Peran Penting Lasem sebagai Kota Bandar
Sungai Babagan, Sungai Kiringan, dan Sungai Lasem memainkan peran penting dalam pertumbuhan Lasem. Jalur pelayaran ini menjadi jalur perdagangan yang menghubungkan pesisir dengan daratan Lasem.

Pada masa Majapahit, Lasem menjadi bagian dari kerajaan vasal yang diperintah oleh Bhre Lasem. Dua pelabuhan dan dua galangan kapal di Lasem menjadi pilar ekonomi negara pada waktu itu.

Setelah kejatuhan Majapahit, Lasem tetap menjadi kota bandar penting di bawah Kesultanan Demak, Pajang, dan Mataram. Peran Lasem sebagai pangkalan armada perang Mataram dan pusat perdagangan tetap terjaga.

Hingga kini, Lasem mempertahankan statusnya sebagai kota bandar. Identitas sejarahnya masih tercermin dalam berbagai situs bersejarah, galangan kapal, masjid, kelenteng, dan pemukiman pecinan.

Lasem tetap menjadi destinasi yang menarik dengan revitalisasi Kota Pusaka pada tahun 2022, yang meningkatkan nilai estetis dan menjaga keberlangsungan kawasan cagar budaya Lasem.

Keragaman Budaya di Lasem
Kedatangan pedagang asing, seperti Laksamana Cheng Ho dari Cina pada abad ke-15 M, menciptakan interaksi multikultural yang kaya. Lasem menjadi tempat kedatangan orang Cina, Champa, Bugis, dan lainnya.

Mereka kemudian menetap dan Lasem menjadi sebuah wilayah yang punya keanekaragaman budaya. Akulturasi budaya pun terjadi di sini dari waktu ke waktu. Salah satu buktinya terlihat pada corak batik Laseman yang unik, hasil dari pertemuan berbagai budaya.

Meskipun selalu berada di bawah kekuasaan kerajaan-kerajaan besar, Lasem berhasil mempertahankan kemandirian ekonomi dan budayanya. Lasem membentuk identitas budaya akulturasi yang unik.

Lasem tetap menjadi tempat toleransi beragama dan multikulturalisme, dengan berbagai bangunan bersejarah seperti masjid, kelenteng, dan pemukiman pecinan yang masih dapat disaksikan hingga kini.

Demikian informasi mengenai Lasem, kota bandar yang kini masuk dalam wilayah Kabupaten Rembang.

Baca artikel detikjateng, "Lasem: Kota Bandar di Era Perdagangan Rempah-Rempah dan Perkembangannya" selengkapnya https://www.detik.com/jateng/budaya/d-7069429/lasem-kota-bandar-di-era-perdagangan-rempah-rempah-dan-perkembangannya.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Kartini, Santriwati Kesayangan Mbah Sholeh Darat

Satu keping sejarah Kartini yang belum banyak terungkap adalah hubungan dia dengan Mbah Sholeh Darat, ulama yang mempengaruhi kehidupan spiritual Kartini. Raden Ajeng Kartini yang lahi

23/04/2024 08:14 - Oleh chotaman - Dilihat 1 kali
7 Keistimewaan Lailatul Qadar

1- Lailatul Qadar adalah waktu diturunkannya Al Qur’an Ibnu ‘Abbas dan selainnya mengatakan, “Allah menurunkan Al Qur’an secara utuh sekaligus dari Lauhul Mahfu

01/04/2024 12:20 - Oleh chotaman - Dilihat 66 kali
Berburu Malam Lailatul Qadar di 10 Hari Terakhir Ramadan

Sepuluh hari terakhir bulan Ramadan merupakan waktu yang penuh berkah dan keutamaan. Pada waktu ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan intensitas ibadah dengan berbagai amalan sa

01/04/2024 12:11 - Oleh chotaman - Dilihat 72 kali
Biografi Hasan al-Bashri: Ulama Besar Murid para Sahabat Nabi

Salah satu tokoh penting dalam dunia Islam adalah Imam Hasan al-Bashri. Ia adalah seorang ulama sufi yang banyak dinukil petuah-petuah bijaksananya. Bila dirunut dari latar be

06/03/2024 10:24 - Oleh chotaman - Dilihat 171 kali
PENTINGNYA KEJUJURAN DALAM KEHIDUPAN

ASSALAMU’ALAIKUM  WARAHMATULLAHI  WABARAKATUH Segala puji syukur mari sama-sama kita panjatkan kehadhirat  ALLAH  SWT yang telah memberikan kesehatan dan keku

05/03/2024 12:21 - Oleh chotaman - Dilihat 152 kali
Keutamaan Bulan Ramadhan

Ramadhan adalah bulan yang mulia dan penuh berkah, dengan Ramadhan kita dapat berlomba-lomba untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Ibarat lahan yang subur akan senantiasa t

04/03/2024 08:36 - Oleh chotaman - Dilihat 163 kali
Sejarah Banjir Jakarta dari Zaman Tarumanegara hingga Hindia Belanda

Jakarta identik dengan istilah kota langganan banjir. Tiap kali hujan deras, beberapa daerah di Jakarta hampir selalu tergenang banjir. Salah satu penyebab utamanya adalah karena perila

19/01/2024 10:56 - Oleh chotaman - Dilihat 346 kali
Kisah Mukjizat Nabi Muhammad: Memancarkan Air di Sela-sela Jari

Humas mtsn 23 - Mukjizat dikaruniai oleh Allah SWT kepada para nabi dengan tujuan membantu utusanNya menjalankan tugas kenabian mereka. Termasuk Nabi Muhammad SAW yang disebut dikarunia

08/01/2024 10:56 - Oleh chotaman - Dilihat 631 kali
Kisah Nabi Muhammad Membelah Bulan

Kisah Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم membelah bulan benar-benar menakjubkan hingga membuat Raja penyembah berhala dari Syam, Habib bin Malik bersyahadat dan sujud syuku

05/01/2024 14:08 - Oleh chotaman - Dilihat 4025 kali
Sejarah Pembentukan Kementerian Agama

Usulan pembentukan Kementerian Agama pertama kali disampaikan oleh Mr. Muhammad Yamin dalam Rapat Besar (Sidang) Badan Penyelidik Usaha – Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BP

02/01/2024 12:06 - Oleh chotaman - Dilihat 313 kali